SMA Ya BAKII 1 Kesugihan

Jalan Kebon Salak Kesugihan Kabupaten Cilacap

Menjadikan Institusi yang Unggul dalam Ilmu dan Luhur dalam Kepribadian Islam Ahlusunah Waljamaah

UNSUR INTRINSIK DAN EKTRINSIK CERPEN , NOVEL

Rabu, 20 Maret 2019 ~ Oleh SUKRINIAM ~ Dilihat 22 Kali

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik – Tahukah Anda apa yang disebut dengan unsur ekstrinsik dan intrinsik pada sebuah karya seni sastra? Kedua unsur tersebut sangat diperlukan guna membangun sebuah karya menjadi lebih hidup. Jika diibaratkan pada sebuah bangunan, unsur – unsur tersebut merupakan material pokok pondasinya seperti pasir, batu, dan semen. Mengenai pembahasannya lebih lanjut, perhatikan uraian berikut ini.

Berikut ini penjelasan lengkap seputar unsur intrinsik dan ekstrinsik. Mulai dari Unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen, unsur intrinsik dan ekstrinsik novel, unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi, unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra, unsur intrinsik dan ekstrinsik hikayat, dll.

Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Pengertian Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Unsur Intrinsik merupakan inti – inti yang membangun sebuah karya sastra dari dalam. Artinya, unsur – unsur ini murni berada di dalam cerita. Berkebalikan dengannya, ada unsur ekstrinsik yang membangun karya sastra dari luar. Unsur ekstrinsik biasanya berasal dari pengarang atau kondisi sosial yang terjadi saar karya tersebut dibuat.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Cerpen adalah sebuah cerita pendek yang di dalamnya memuat tidak lebih dari 10.000 kata, bersifat fiktif, dan isinya lebih mengarah kepada kehidupan sehari – hari. unsur Intrinsik yang terkandung dalam sebuah cerpen adalah:

Unsur Intrinsik

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

  1. Tema

Bersifat umum dan general. Tema juga dipakai untuk menentukan ke arah mana cerita pendek akan dibuat.

  1. Tokoh

Adalah pelaku cerita, orang – orang yang terlibat di dalam cerita yang dibuat. Terdiri dari tokoh utama dan sisanya adalah pemeran pembantu. Penokohan sendiri dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu antagonis, protagonis, dan tritagonis.

  1. Alur

Alur merupakan jalan cerita, dimulai dari tahap perkenalan, penanjakan, klimaks, anti klimaks, hingga tahap paling akhir yaitu penyelesaian. Terdapat dua macam alur yaitu maju dan mundur.

  1. Latar

Latar merupakan background cerita yang dibuat. Ada tiga jenis latar yang membangun sebuah cerita, yaitu latar waktu, tempat, dan latar suasana.

  1. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan rangkaian kata – kata yang diciptakan oleh pengarang untuk membuat ceritanya menjadi lebih hidup dan tidak terkesan monoton. Misalnya dengan penambahan majas, pemilihan istilah, dan lain – lain.

  1. Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang untuk para pembacanya melalui cerita yang ia tuliskan. Ada pesan yang langsung dan ada juga yang tersirat bergantung pada bagaiamana pemahaman dari pembacanya.

Selain unsur intrinsik, unsur ekstrinsik tak kalah pentingnya dalam penyusunan sebuah cerita. Di dalam sebuh cerpen, unsur ekstrinsiknya adalah seperti berikut:

Unsur Ekstrinsik

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

  1. Latar belakang sejarah

Latar belakang sejarah ini bukan merupakan bagian cerita, melainkan dari penulisnya. Sebuah cerita sangat dipengaruhi oleh latar belakang dari sejarah penulisnya, bagaimana sang penulis menjalani hidup, dan lain – lain.

  1. Latar belakang penciptaan

Latar belakang ini memiliki kaitan dengan tujuan cerpen itu dibuat. Misalnya, seorang pengarang membuat cerpen untuk mengenang sahabatnya yang telah meninggal, untuk didedikasikan pada seseorang, dan lain – lain.

  1. Kondisi masyarakat

Sedikit banyak, kondisi masyarakat pada waktu penulis menuliskan cerita mempengaruhi ceritanya. Seperti pada masa peperangan, maka penulis mengekspresikan perasaannya di waktu tersebut.

  1. Psikologis

Unsur ini berkaitan erat dengan kondisi psikologis dari penulisnya.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel

Selain cerpen, novel pun mempunyai kedua unsur yang sama. Novel merupakan rangkaian cerita seperti cerpen, namun lebih panjang, bersifat fiksi, lebih kompleks dan umumnya dibukukan.

  1. Tema

Merupakan ide atau gagasan. Utama yang digunakan sebagai landasan dalam pembuatan cerita novel. Tema mewakili gambaran luas dari kisah yang diangkat pada cerita.

  1. Tokoh dan Penokohan

Berbeda dengan cerpen, pelaku pada novel cenderung lebih banyak namun tetap terfokus pada satu pelaku utama, tapi ada beberapa yang muncul sesekali saja. Dalam menggambarkan sebuah penokohan, bisa dilihat dari perkatan, tingkah laku, cara berpakaian dan sebagainya.

  1. Alur / Plot

Alur pada novel kebanyakan campuran, jadi plot ceritanya sebagian maju, ada juga yang plotnya mundur, kembali ke masa lalu. Alur ini memiliki pengaruh dan memberikan cerita terkesan kompleks. Pada prosesnya, alur diawali dengan eksposisi atau pengenalan, lalu masuk pada konflik, peningkatan konflik, puncak, dan penurunan, sampai akhir.

  1. Setting

Yang meliputi setting sebuah novel adalah tempat, waktu, suasana, sosial budaya, dan keadaan lingkungan. Penggambaran setting cerita secara mendetail lebih baik, karena cerita menjadi lebih mudah untuk dipahami dan membantu imajinasi para pembacanya.

  1. Sudut Pandang

Sudut pandang dibagi ke dalam beberapa jenis yaitu sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama, sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan, sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat.

  1. Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang dipilih seorang penulis novel memiliki pengaruh besar terhadap pembaca dan nilai dari cerita novel terkait. Beberapa novel ringan menggunakan bahasa sehari – hari yang tidak formal, novel terjemahan biasanya menggunakan bahasa ynag lebih baku dan sedikit lebih tinggi. Gaya bahasa juga bisa bersifat campuran karena dipengaruhi oleh faktor penokohan.

Beberapa penyusun dari unsur ekstrinsik novel antara lain adalah:

  1. Unsur Biografi

Biografi yang dimaksud adalah biografi penulis seperti tempat tinggal, keluarga, pendidikan, dan lain – lain. Diyakini bahwa biografi atau latar belakang penulis memiliki banyak pengaruh terhadap ceita yang ia sampaikan.

  1. Unsur Sosial

Maksud dari unsur ini adalah kondisi sosial masyarakat yang sedang berlangsung saat novel ditulis. Misalnya, seseorang akan menuliskan novel tentang kesedihan dikarenakan pada saat itu masyarakat di sekitarnya sedang mengalami kekeringan dan krisis besar.

  1. Unsur Nilai

Nilai – nilai ini meliputi pendidikan, ekonomi, politik, budaya, dan lain – lain. Dimasukkannya unsur ini pada sebuah novel akan membuat novel menjadi lebih berbobot dan memiliki daya tarik sendiri. Selain itu, dengan adanya unsur ini, penulis secara tidak langsung mengajak pembacanya untuk ikut berfikir.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Moh. Hasbulloh Maulana S.Pd.I

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut…

Selengkapnya

TAUTAN